Dua Pria di India Alami Pelecehan Seksual dari Polisi, Diancam Baka「Football betting company」l Dikirim ke Afghanistan

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Baccarat le pindai daquan,Platform perjudian online,Kasino online yang sah.

DalaFootball betting comFootball betting companypanym lapoFootball betting companyrannya, mereFootball betting companyka mengaku disiksa oleh tujuh oknum penegak hukum di pos Kadma, dengan salah satunya adalah pejabat yang bertugas bernama Manoj Kumar Thakur.

"Karena menolak, kami disiksa dan diancam akan dikirim mereka ke Afghanistan," kata Arzoo dalam laporannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Dilansir Indian Express, Arzoo dan Aurangzeb mengatakan mereka ditelanjangi dan diminta polisi untuk berhubungan seks.

Pelecehan seksual itu terjadi ketika mereka dipanggil untuk memberikan kesaksian mengenai insiden penculikan yang terjadi pada 24 Agustus.

Mohammad Arzoo dan Mohammad Aurangzeb mengungkapkan, mereka ditelanjangi dan dipaksa untuk berhubungan seks di kantor polisi.

Baca juga: Komnas HAM: Ada Dugaan Pembiaran dalam Kasus Pelecehan Seksual di Kantor KPI

NEW DELHI, KOMPAS.com - Dua pria di India mengaku sebagai korban pelecehan seksual oleh polisi, dengan ancaman bakal dikirim ke Afghanistan.

Anggota kepolisian kemudian mendatangi ayah Aurangzeb untuk menginterogasinya, sehingga Aurangzeb datang ke kantor.

Keduanya melakukan pemeriksaan medis di Rumah Sakit MGM pada 27 Agustus, dan hasilnya menyatakan diduga terdapat serangan seksual.

Thakur membantah tudingan itu. "Saya hanya memanggil untuk menanyai mereka, dan kemudian mempersilakan keduanya pergi," ungkapnya.

"Kemudian pada 26 Agustus itulah kami mengalami penyiksaan," ujar Arzoo yang berujar mereka baru diperbolehkan pulang malam harinya.

Arzoo menuturkan, semua berawal ketika dia dijemput oleh penegak hukum pada 24 Agustus malam waktu setempat.

Baca juga: KPI Bebas Tugaskan Terduga Pelaku Pelecehan Seksual

Dia menceritakan bagaimana Aurangzeb ketakutan karena mendengarnya disiksa, sehingga memutuskan melarikan diri,

Mereka berdua dilaporkan mendapatkan resep obat, dengan Aurangzeb harus menjalani pemindaian CT di otaknya.